~Assalamualaikum~
Sentiasa mendoakan kalian dari kejauhan
Hidup ini umpama menunggang basikal
kalau tak dikayuh takkan basikal itu akan bergerak.
Di Sinilah kita merancang dan bertindak memerah fikiran dan melerai masalah. Namun kita tetap manusia, tenaga kita tak ke mana, fikiran kita ada batasannya. Tindakan kita ada sempadannya.
Di Sinilah kita berfikir dan bekerja, namun kita tetap lemah, hanya bersandar pada Tuhan. Kita pastinya akan gagah selagi kita terasa lemah. Selama kita tunduk dan menyerah. Pada kehendak dan kudrat-Nya.
note: lirik lagu inteam (disinilah kita).
Manis bicara indah tutur kata, tak seindah rupa pengertiannya, lembutnya lidah mengata nista. Lidah yang tiada bertulang mengadu domba serta memfitnah sesama saudara.
Terkadang aku berfikir sendirian, perlukah amarahku dibiar terus menyala membakar membara dengan rasa bangga mencela mereka dengan kata-kata.
Kata ibarat pedang, yang tajamnya bisa membunuh lawan. Kata-kata yang berhikmah menyedarkan kita. Kata madah pujangga bisa menjadi pedoman manusia.
Jagalah bahasa kata kita, jangan disalah guna. Yang merah itu saga, yang kurik itu kendi. yang indah itu bahasa, yang cantik budi pekerti.
Terkadang aku mentaksir manusia, kurniaan Tuhan telah banyak dikhianati, mencerca, menghina, dustanya bicara menyusun nista dengan kata-kata.
Terlajak perahu masih boleh diundur lagi, terlajak kata buruk padahnya, terlajak perahu masih boleh diundur lagi. Terlajak kata hilang percaya. Hilang percaya...
note: lirik lagu inteam (bicara kata)
p/s: Siapalah saya untuk berkata tetapi bukankah Allah telah berfirman bahawa semua manusia itu berada di dalam kerugian, melainkan mereka yang berpesan-pesan dengan kebaikan? Jangan melihat pada siapa yang bercakap tapi lihatlah pada apa yang diperkatakan.
