Jangan Terperangkap

5:20 PM

~Assalamualaikum~ 
Sentiasa mendoakan kalian dari kejauhan

Hati manusia memang mudah berubah. Pagi kata benci petang pula kata rindu. Sesungguhnya hati merupakan bejana yang paling penting. Ia merupakan kunci segala-galanya. Hati mestilah dikendali dengan sebaik-baiknya. Manakala pandangan pula titik langkah awal yang amat perlu diawasi kerana dari ‘mata jatuh ke hati’.

Sebagaimana yang berlaku pada Ibnu Abbas, ketika menunaikan haji tergoda melihat seorang wanita, maka spontan Nabi SAW menegur dan memalingkan pandangannya dari wanita tersebut. Lalu bersabda: ”Jangan kau ikuti pandangan itu dengan pandangan yang lain.”

Ketika inilah peranan iman yang kuat serta aktiviti “tazkiyatun nafs” (penyucian jiwa) perlu dimainkan. Di saat iman sedang merudum, sebaik-baiknya, minimakanlah aktiviti yang melibatkan lawan jenis. Walaupun dalam aktiviti keislaman, yang perlu dijaga adalah diri dan keimanan bukan sekadar jarak sehingga tidak berkomunikasi. Ingatlah, jangan sekali-kali ketika mengibarkan bendera kegiatan Islam dalam masa yang sama menjatuhkan Islam.

Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui kelemahan insan. Lalu Dia telah mengingatkan orang yang beriman serta umat Islam seluruhnya agar menjaga pandangan dengan firman-Nya: “Katakanlah kepada orang-orang beriman lelaki, supaya mereka menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan. Itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang mereka usahakan. Katakanlah kepada orang-orang beriman perempuan, supaya mereka menjaga kehormatannya dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasannya, kecuali apa yang biasa lahir daripadanya…..” (an-Nur:31-32) 

Mencegah itu lebih baik dari mengubati. Jagalah batas-batas pergaulan agar tidak terlanjur memendam rasa. Berusahalah membataskan komunikasi dengan urusan-urusan yang penting, jangan sekali mencari alasan dan agenda untuk bertemu. Jangan sekali membuat agenda baru agar dapat berinteraksi kembali. Sesungguhnya jika ini tidak dikawal ia merupakan permulaan tidak berdisiplinnya kita dalam mengamalkan Islam.

Muhasabah Diri ku. Astaghfirullah. 

P/S : cp. Hati. Aku hanya punya satu. Syahadah Kasih Ayah jangan lupa baca hehe.



You Might Also Like

1 comments

  1. siapa pun kita dan bagaimanapun kita.. Pastikan back to Allah yaa :)

    ReplyDelete